Scroll untuk baca artikel
BANNER BOSKU SAHAM
banner 970 x 250
Materi Saham

Definisi Analisa Tehnikal Menurut Pakar Dan Intrumen Analisanya

125
×

Definisi Analisa Tehnikal Menurut Pakar Dan Intrumen Analisanya

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 04 19 at 9.00.49 AM

DEFINISI ANALISA TEHNIKAL MENURUT PARA PAKAR DAN INTRUMEN ANALISA

Materi 1 Edukasi Bosku Saham, 18 April 2026

Analisa tehnikal adalah metode untuk memprediksi pergerakan harga aset di masa depan dengan cara menganalisis data pasar yang lampau, Tertama harga dan volume. Berbeda dengan analisa fundamental yang melihat nilai intrinsik perusahaan, analisa tehnikal fokus pada pola grafik dan statistik pergerakan harga. Bagi traider menguasai analisa tehnikal tehnikal seperti memiliki peta untuk menavigasi gelombang pasar yang terus berubah rubah.

Secara sederhana analisa tehnikal adalah seni mengenali pola dan sinyal dari grafik harga. Seorang analis tehnikal percaya bahwa sejarah cenderung berulang, dan pola psikologi massa (rasa takut dan serakah) yang tercermin dalam pergerakan harga akan membentuk pola tertentu yang dapat di kenali.

Analisa tehnikal seperti mempelajari arus laut. Seorang pelaut tidak tidak tau penyebab angin bertiup, tetapi dengan mempelajari pola ombak dan arus, dia bisa menentukan kapan waktu terbaik untuk berlayar. Demikian pula traider tehnikal selalu peduli dengan berita fundamental di balik kenaikan atau penurunan harga, mereka fokus pada pola yang terbentuk di grafik untuk mengambil keputusan jual atau beli. (Ajaib Sekuritas Asia)

 secara teori analisa tehnikal dikemukakan oleh beberapa pakar dengan pengertian dan definisinya sebagai berikut :

 1. Newyork  Institue of Finance

analisa tehnik adalah studi tentang data pasar untuk memprediksi Tren Harga di masa mendatang, dengan penekanan pada perilaku investor serta penawaran dan permintaan untuk menjelaskan kondisi pasar keuangan saat ini.

  1. Tandelilin (2017)

analisa tehnikal adalah metode yang menggunakan data pasar histori, seperti informasi harga dan volume untuk memprediksi arah pergerakan harga saham dan indikator pasar saham lainnya.

  1. Reilly (1998)

analisa tehnikal merupakan suatu aturan tehnik perdagangan dengan mengamat harga saham. Pasar dan saham individu di masa lalu, karena pergerakan harga di waktu lalu akan memberikan tanda pergerakan harga di waktu yang akan datang.

  1. Sawidji Wijiantmodjo

analisa tehnikan digunakan untuk mempelajari pergerakan Harga Saham yang digunakan untuk mempelajari pergerakan Harga Saham yang disesuaikan dengan kemungkinan tehnik dari histori data statistik pada jangka waktu tertentu

 

INSTRUMENT ANALISA TEHNIKAL

Analisa tehnikal merupakan sebuah analisa yang sangat penting bagi pemula dan pelaku usaha di dunia investasi saham di Bursa Efek Indonesia dengan mengetahui dan memahami analisa tehnikal dapat membantu Traider dalam memilih dan menentukan pilihan investasi saham.

Bagi banyak investor pemula, analisis teknikal saham bisa terasa rumit dan membingungkan. Namun, dengan pemahaman yang tepat, indikator teknikal dapat menjadi alat yang sangat berguna untuk membantu Anda membuat keputusan investasi yang lebih baik. Artikel ini akan membahas lima indikator teknikal yang wajib Anda ketahui sebagai pemula. Dengan memahami cara kerja setiap indikator, Anda bisa meningkatkan kemampuan dalam membaca tren pasar dan mengidentifikasi peluang investasi yang tepat.

 

MOVING AVERAGE

Moving Average (MA) adalah salah satu indikator paling dasar dan populer yang digunakan dalam analisis teknikal. Moving average membantu menyaring fluktuasi harga yang tidak signifikan dan memberikan gambaran tren jangka panjang. Ada dua jenis moving average yang sering digunakan:

  • Simple Moving Average(SMA): Menghitung rata-rata harga saham selama periode tertentu.
  • Exponential Moving Average(EMA): Memberikan bobot lebih pada harga terbaru, sehingga lebih responsif terhadap perubahan harga.

Mengapa MA penting?

  • Menentukan tren: MA digunakan untuk mengidentifikasi apakah saham sedang dalam tren naik atau turun.
  • Titik masuk dan keluar: Ketika harga saham menembus MA dari bawah, itu bisa menjadi sinyal beli. Sebaliknya, jika harga turun melewati MA, bisa jadi sinyal jual.

RELATIVE STRENGTH INDEX (RSI)

Relative Strength Index (RSI) adalah indikator skala 0 s/d 100 yang digunakan oleh traider untuk mengukur kecepatan dan perubahan pergerakan harga saham baik turun ataupun naik, guna untuk mengidentifikasi apakah saham tersebut sudah terlalu mahal atau terlalu murah.

Harga saham sudah terlalu mahal jika RSI nya diatas 70 atau sering disebut Overbought (jenuh beli) pada RSI di atas 70 trander disaranka untuk menjualnya karna karna harga sudah mahal berpotensi koreksi.

Sementara jika RSInya dibawah 30 harga saham sangat amat murah, diposisi ini waktunya disarankan untuk traider untuk membelinya pada saat harga murah. Jika rasio RSInya diatas 50 maka tren sering menunjukkan naik/rebon, sedangan jika RSInya di bawah 50 maka trennya sering mengalami penurunan harga saham atau koreksi

RSI dinyatakan dalam skala 0 hingga 100, dengan level:

  • Overbought(jenuh beli): RSI di atas 70 menunjukkan bahwa saham mungkin overbought dan bisa mengalami koreksi harga.
  • Oversold(jenuh jual): RSI di bawah 30 menunjukkan saham mungkin oversold dan harga bisa segera naik kembali.

RSI sangat berguna untuk membantu Anda mengidentifikasi apakah harga saham sudah terlalu tinggi atau terlalu rendah berdasarkan momentum pasar.

Contoh: Ketika RSI menunjukkan angka di atas 70, investor mungkin ingin mempertimbangkan untuk menjual saham atau menunggu koreksi harga sebelum membeli lagi.

 

MOVING AVERAGE CONVERGENCE DEVERGENCE (MACD)

MACD adalah indikator tehnikal yang selalu digunakan oleh traider dalam menganalisa saham untuk mengidentifikasi perubahan tren dan momentum harga.

Secara pengertian MACD adalah indikator yang membandingkan dua moving average (MA) dengan periode yang berbeda untuk mengidentifikasi sinyal untuk beli atau jual.

  • Tiga Komponen MACD yang terdisi dari : MA cepat, MA lambat dan Histogram.

Sinyal beli muncul ketika garis MACD melintasi garis sinyal dari bawah (bullish crossover), sementara sinyal jual terjadi ketika garis MACD melintasi garis sinyal dari atas (bearish crossover). MACD juga membantu mengidentifikasi kekuatan tren dan potensi pembalikan arah harga.

 

STOCHASTIC OSCILLATOR

Stochastic Oscillator adalah indikator momentum yang membandingkan harga penutupan suatu saham dengan rentang harga selama periode waktu tertentu. Indikator ini berkisar antara 0 dan 100, di mana:

  • Di atas 80: Menunjukkan bahwa saham overbought.
  • Di bawah 20: Menunjukkan bahwa saham oversold.

Stochastic oscillator sering digunakan untuk mengidentifikasi pembalikan tren di pasar dan membantu investor mengambil keputusan jual atau beli. (BRI Danareksa Sekuritas)

 

VOLUME TRANSAKSI SAHAM

Volume transaksi saham adalah total jumlah lembaga saham atau kontrak yang diperdagangkan (jual – beli) dalam periode tertentu, seperti harian, mingguan atau bulanan, volume merupakan indikator kunci aktivitas dan likuiditas pasar dimana kunci aktivitas dan likuiditas pasar dimana volume tinggi menandakan minat pasar yang besar.

  • APA ITU VALUME TRADING
  • Volume Trading adalah jumlah total saham atau kontrak yang diperdagangkan dalam periode tertentu, biasanya harian.

Contoh saham A di perdagangkan sebanyak  50 Juta lembar dalam satu hari maka trading hari adalah 50 Juta lembar.

  • Volume tinggi banyak pelaku pasar aktif membeli dan menjual.
  • Volume rendah minat dan partisipasi pasar kecil

 

CARA MEMBACA VOLUME TINGGI DAN RENDAH

  • VOLUME TINGGI
    • Konfirmasi Trend : jika harga naik disertai volume tinggi, Trend Bulis dianggap lebih kuat, sebaliknya jika harga turun dengan volume tinggi Trend Bearish lebih valid.
    • Breakout : ketika harga menembus level Suppot atau resistent penting dengan volume tinggi, sinyal ini lebih dipercaya karna pastisipasi pasar besar.
    • Votalitas tinggi : volume tinggi sering kali disertai pergerakan harga tajam baik untuk naik baik untuk turun
  • VOLUME RENDAH
    • Sinyal Lemah : kenaikan atau penurunan harga dengan volume rendah sering dianggap tidak meyakinkan.
    • Konsolidasi : volume rendah biasanya terjadi saat harga bergerak “Side and Ways” pasar sedang menunggu katalist.
    • Potensi manipulasi harga : saham dengan volume rendah lebih mudah digerakkan segelintir pelaku pasar sehingga rawan portalitas tidak wajar.

 

VALUE

Value adalah Nilai Transaksi total ruang yang dipakai untuk membeli atau menjual saham pada periode tertentu biasanya hari.

Kenapa Value Penting ?

  1. Menentukan biaya Broker : Fee beli / Jual biasanya 0,1% sampai 0,3% dari value transaksi.
  2. Melihat kekuatan pasar : saham dengan value transaksi besar berarti likuid, gampang untuk menjual dan membeli.
  3. Klarifikasi investor : transaksi value besar biasanya dilakukan oleh institusi / big player.

Perbedaan Value dengan Volume ?

VALUE : Jumlah uang dari yang ditransaksikan

VOLUME : Jumlah lembar saham yang di transaksikan

 

FREQUENSI

Frequensi jumlah berapa kali saham ditransaksikan dalam satu hari berapapun jumlah lot nya, contoh kalau hari ini saham A dibeli 5 kali, dan dijual 3 Kali maka frequensinya 8 kali tidak peduli tiap transaksi 1 lot atau 1000 lot tetap dihitung frequensi.

Kenapa Penting Frequensi ?

  1. Indikator minat pasar

Frequensi tinggi banyak investor berminat dan aktif trading saham tersebut, saham gorengan biasanya meledak tiba-tiba.

  1. Ukuran Likuiditas

Frequensi tinggi biasanya bersamaan volume dan value besar artinya gampang masuk/keluar karena selalu ada yang beli dan jual kalau frequensi rendah akan sulit melakukan jual.

  1. Mendeteksi pergerakan bandar / Ritel

Frequensi naik tajam tetapi volume transaksi kecil biasanya banyak yang masuk Ritel, sedangkan Frequensi Kecil tapi Value Besar biasanya yang masuk institusi ataupun bandar sedang melakukan akumulasi.

  1. Validasi kenaikan harga

Harga naik tambah frequensi naik sama dengan kenaikannya didukung banyak pelaku pasar, lebih valid, kalau harga naik tapi frequensi sepi bisa terjadi gampang untuk koreksi lagi.

Volume, Value dan Frequensi dipakai bersamaan untuk membaca Likuiditas pergerakan saham tidak bisa dibaca sendiri-sendiri.

 

KESIMPULAN

Memahami indikator teknikal saham merupakan langkah awal yang sangat penting bagi investor pemula yang ingin sukses dalam berinvestasi. Dengan menggunakan indikator seperti Moving Average, RSI, MACD, Value, Volume, Frequency  dan Stochastic Oscillator, Anda bisa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan investasi yang tepat. Ingatlah bahwa tidak ada indikator yang sempurna, sehingga sangat disarankan untuk menggabungkan beberapa indikator dalam analisis Anda untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Selalu lakukan riset tambahan dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan ahli sebelum mengambil tindakan.

 

Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang analisis teknikal atau membutuhkan panduan tambahan untuk berinvestasi di pasar saham, jangan ragu untuk menghubungi kami di www.boskusaham.com

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *