BOSKUSAHAM – Saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) anjlok 22,36% dalam periode satu bulan terakhir. Pada perdagangan 17 Maret 2026 lalu, saham emiten properti ini diparkir stagnan di level Rp 625.
Saham emiten Grup Lippo LPCK mengalami tekanan sepanjang Maret 2026. Valuasi saham ini makin murah. Dengan rasio price to book value (PBV) 0,48 kali. Sedangkan price earning ratio (PER) di level 14,87 kali. Nilai kapitalisasi pasar atau market cap LPCK Rp 3,2 triliun.
Saat saham Lippo Cikarang terpeleset ternyata diserok asing. Broker Mandiri Sekuritas membukukan net buy di saham ini untuk investor asing Rp 1,6 miliar dalam periode 17 Februari 2026 sampai dengan 17 Maret 2026.
Lippo Cikarang (LPCK) sendiri mencatat lonjakan pendapatan signifikan sepanjang tahun buku 2025. Emiten properti ini membukukan pendapatan Rp 4,52 triliun hingga akhir Desember 2025. Angka itu melesat 133% dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp 1,94 triliun
Kenaikan tajam tersebut terutama ditopang oleh percepatan serah terima rumah tapak, apartemen, dan unit komersial (ruko), serta kontribusi penjualan lahan industri. Selain itu, segmen non-properti melalui pengelolaan kawasan juga turut memperkuat kinerja perseroan.
LPCK mencatat laba kotor Rp 783 miliar dengan margin laba kotor 17%. Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp 381,3 miliar dengan EBITDA margin 8%, mencerminkan upaya perseroan menjaga efisiensi operasional di tengah peningkatan aktivitas bisnis.
Dikutip dari ulasan Stockbit Sekuritas, Lippo Cikarang (LPCK) menyatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa nilai buku atas lahan seluas 31,3 hektare yang dihibahkan untuk program rumah susun bersubsidi adalah Rp 180 miliar, berdasarkan laporan keuangan 2025.
LPCK menambahkan, lahan yang dihibahkan tersebut adalah bagian dari kawasan Meikarta yang belum dikembangkan dan tidak termasuk dalam blok/lokasi yang saat ini telah dikembangkan/dibangun sebagai proyek apartemen Meikarta. Adapun proyek rumah susun bersubsidi merupakan program milik pemerintah dan/atau Danantara, tidak berkaitan dengan proyek apartemen Meikarta.
Sumber : Investor.id













